Sabtu, 26 Mei 2012

Configurasi Routing memakai kabel Serial

Konfigurasi Static Route menggunakan Cisco Packet Tracer


Topologi routing biasa ? memang betul ! hanya saja kali ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya.
posting tentang routing kali ini saya akan menggunakan kabel serial untuk menghubungkan 3 router tersebut karena pada real world-nya menghubungkan antar router memang menggunakan kabel serial, bukan kabel UTP cross. tapi posting ini pun akan menjelaskan bagaimana menambahkan modul interface pada router CISCO menggunakan Packet Tracer

Cara menambahkan modul interface ke Router Cisco






klik pada salah satu router (contoh : Router Cisco 2811 )

Jumat, 20 April 2012

Simulasi Cisco Packet Tracer

LOGIKA UNTUK MENGGABUNGKAN ROUTER-ROUTER DI SIMULASI CISCO PACKET TRACER


  1. MEMBENTUK GARIS LURUS
Artinya jika salah satu kabel pada router putus, jaringan akan terputus sebagian. Misal kabel yang menghubungkan Router 1 dgn Router 2 putus, Router 2 masih bisa terhubung dengan Router 3 dan sebaliknya.
klik pd gambar untuk memperbesar
yang membentuk pola garis itu arah routingnya ( ntar ada yg protes gambar kaya gitu ko di bilang garis, hehehh....)

Router 1
Setting FastEthrnet
IP : 172.18.1.1 /24 yang ke arah Router 2 ( Network : 172.18.1.0 Mask : 255.255.255.0 )
IP : 172.17.1.1 /24 yang ke arah PC Client ( Network : 17.17.1.0 Mask : 255.255.255.0 )

Router 2
Setting FastEthernet
IP : 172.18.1.1 /24 yang ke arah Router 1 ( Network : 172.18.1.0 Mask : 255.255.255.0 )
IP : 172.17.2.1 /24 yang ke arah PC Client ( Network : 172.18.1.0 Mask : 255.255.255.0 )
IP : 172.18.2.1 /24 yang ke arah Router 3 ( Network : 172.168.2.1 Mask : 255.255.255.0 )

Rabu, 18 April 2012

Pengertian Subnetting


Anda bisa membuat multiple logical networks dalam suatu jaringan Class A, B, atau C. Jika anda tidak melakukan subnet, anda hanya bisa menggunakan satu jaringan/network Class A, B, atau  C network, hal ini sangatlah tidak lazim.

Tiap-tiap data link di jaringan harus memiliki Network ID yang unik, dengan node/host pada link tersebut yang menjadi anggota dari Network tersebut (jaringan yang sama). Jika anda membagi network utama (Class A, B, atau C) menjadi subnetwork yang lebih kecil, maka anda bisa membuat interconnecting subnetworks (hubungan antar subnetwork dengan IP routing protocol). Maka masing-masing data link pada jaringan ini memiliki network/subnetwork ID yang unik.



Untuk melakukan subnetting alias men-subnet suatu jaringan, perpanjang natural/default mask dengan bit-bit yang bernilai 1 pada porsi host ID untuk membuat sebuah subnetwork ID. Contoh sebuah Class C network: 204.17.5.0 dengan natural/default mask: 255.255.255.0, Anda bisa membuat subnet dengan cara sebagai berikut :

204.17.5.0 -      11001100.00010001.00000101.00000000

255.255.255.224 - 11111111.11111111.11111111.11100000

--------------------------|sub|----

Rabu, 04 April 2012

Cara Merubah IP address ke bilangan Biner

Bagi yang belum tau bilangan biner klik di sini. Dengan merubah IP Address menjadi bilangan biner, kita dapat menentukan Network Address dan Broadcast Address dari sebuah IP Address dan Subnet Mask dengan mudah.

1.  Cara Merubah IP Address menjadi bentuk bilangan Biner


Pertama kita harus memahami sebuah rumus dasar untuk mengetahui berapakah angka biner yang tepat dari sebuah angka yang kita ketahui yaitu dengan menerapkan dasar bilangan 2 kali pangkat meningkat, mulai dari pangkat 0 ( nol ) sampai pangkat 7 ( tujuh ).
Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

  • Untuk menentukan rangkaian bilangan biner kita kalkulasikan ( di tambahkan ) dari hasil perpangkatan tersebut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...