Senin, 21 Februari 2011

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Bau tak sedap, lalat yang beterbangan dan kesan jorok, lazim kita lihat di bak sampah atau tempat-tempat sampah di depan rumah. Apalagi kalau tukang sampah yang tidak kunjung datang sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Wah, bisa-bisa membuat kita jadi pusing kepala, tidak hanya bau yang ditimbulkan tetapi juga merusak pemandangan. Lingkungan sekitar juga menjadi tidak sehat.

Alangkah bijaknya seandainya kita terutama buat ibu-ibu rumah tangga mampu menyulapnya atau mendaur ulang menjadi ‘barang’ yang bermanfaat, terlebih dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai ekonomis dan dapat dijadikan sebagai lahan bisnis.

Sampah rumah tangga ada 2 macam, yaitu sampah organik dan sampah nonorganik.Sampah rumah tangga organik yaitu sampah yang berasal dari hijauan atau sesuatu/benda yang bisa diurai oleh mikroorganisme, misalnya sisa-sisa sayuran, makanan dan juga dedaunan.

Sedangkan sampah rumah tangga non organik yaitu
limbah rumah tangga yang tidak bisa diurai oleh mikro organisme, misalnya plastik,logam dan kertas. Pemilahan atau Grading Sampah rumah tangga sampah yang ada dilakukan pemilahan (grading) antara sampah organic dengan sampah non organik.

Sampah non organik bisa dimanfaatkan dengan cara mendaur ulang kembali plastik,logam dan kertas menjadi barang yang dapat dibuat kembali seperti bentuk semula atau disulap menjadi hasil karya seni yang bernilai tinggi dan indah. Biasanya para pemulunglah yang mengambil dan memilah sampah non organik ini untuk dijual.Sedangkan pemanfaatan limbah atau sampah rumah tangga organik biasa disebut pengomposan yang hasil akhirnya berupa pupuk kompos atau pupuk bokashi sebagai nutrisi bagi tanaman.

Selain dimanfaatkan menjadi pupuk, dapat juga dibuat menjadi pakan ternak.

Pembuatan dan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos/Bokashi.
Pengolahan sampah organic menjadi kompos tidak perlu teknik yang rumit. Setelah dilakukan pemilahan dari unsur-unsur non organik, selanjutnya dilakukan proses produksi.

Inilah beberapa proses produksi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos / bokashi :

1. Siapkan wadah pengomposan di bawah naungan atau atap agar terhindar dari hujan. Wadah dapat berupa tumpukan batu bata ukuran 80 cm x 80 cm setinggi 1 meter atau menggunakan wadah berupa drum plastik. Lubangi dasar drum plastik itu sebanyak 5 buah. Letakkan batu bata sebagai dasar drum agar sirkulasi udara menjadi lancar.

2. Cacah daun menjadi potongan 3 cm x 3 cm. Makin kecil potongan, makin cepat proses dekomposisi atau pengomposan. Tetapi jikau kuran potongan terlalu kecil, timbunan akan cenderung memadat sehingga sirkulasi udara tidak lancer. Sisa sayuran yang bersantan, berminyak dan berlemak sebaiknya dipisahkan karena dapat mengganggu proses pengomposan.

3. Campurkan sampah daun kering,sampah daun hijau dan kompos lama dengan perbandingan 1:2:1. Siram sampah yang sudah dipotong-potong tadi dengan air sampai jenuh. Tambahkan kotoran ternak( ayam, sapi, kambing ). Penambahan kotoran ternak ini sekaligus dapat mempercepat proses penguraian (dekomposisi). Tinggi tumpukan sampah idealnya 1 meter. Panas akan cepat hilang jika tumpukan sampah terlalu rendah. Sebaliknya jika tumpukan sampah ini terlalu tinggi akan menimbulkan suhu yang tinggi pula, tetapi udara dalam timbunan berkurang, padahal mikroba aerob membutuhkan oksigen untuk berkembang biak.

4. Tutup wadah dengan terpal,atau karung goni. Dapat juga ditambah starter atau larutan mikroba seperti penggunaan EM4 ( Effective Microorganisme ).Atau bisa membuat starter sendiri dengan menggunakan air lindi, yaitu air yang berasal dari pembusukan saat proses pembalikan tumpukan sampah.

5. Tumpukan disiram dengan air bersih. Semakin hari suhu semakin meningkat. Jika suhu sudah mencapai 75-90 derajat C, tumpukan dibalik. Kompos siap dipanen setelah 28-30 hari. Jika menggunakan starter Effective Microorganisme pemanenan kompos setelah 5-6 hari.

6. Setelah hancur dan kering, diayak menggunakan ayakan pasir hingga menghasilkan kompos yang halus. Kompos dikemas dalam kantong plastik yang kedap air.


Sampah plastik
Di atas adalah salah satu pemanfaatan sampah dan beberapa langkah yang dilakukan dalam membuat pupuk kompos yang banyak mengandung unsur hara dan nutrisi untuk tumbuh kembangnya tanaman.Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri, pembuatan pupuk kompos dapat dijual.Kompos yang sudah dipanen dikemas dalam kantung plastik 5 kg.Tiap kemasan harganya bisa mencapai Rp 5.000.Jika pembuatan kompos ini dibuat dalam skala besar income yang diperoleh otomatis akan semakin besar pula. Semoga Uraian di atas dapat menjadi inspirasi anda dan Bumi Kita ini akan semakin Sehat.

sumber : google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...