Tuesday, March 22, 2011

Next Plan ( Menanam Jambu Wer )


Jambu air (Eugenia aquea Burm) adalah tumbuhan dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae, berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik.

Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buahnya tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan.

Jambu air dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

Nama-nama lain dari jambu air adalah jambu ayer mawar (Malaysia), jambu aie (Min.), jambu cai (Sd.), jambu wer (Jw.), jhambhu wir (Md.), nyambu er (Bl.), kumpas, kumpasa, kombas, kembes (bahasa-bahasa di Sulut), jambu jene, jambu salo (Sulsel), jambu waelo, kuputol waelo, lutune waele, kopo olo (aneka bahasa di Seram dan sekitarnya), dan lain-lain.

Juga jambu kancing (Ind.), untuk kultivar yang buahnya kecil-kecil. Di negara-negara lain, jambu ini dikenal sebagai machom phupa atau
chomphu pa (Thai), tambis (Fil.), bell fruit, water apple (Ingg.) dan lain-lain.

Jambu air umumnya berupa perdu, dengan tinggi 3-10 m. Sering dengan batang bengkak-bengkok dan bercabang mulai dari pangkal pohon, kadang-kadang gemangnya mencapai 50 cm.

Jambu air berdaun tunggal terletak berhadapan, bertangkai 0,5-1,5 cm. Helaian daun berbentuk jantung jorong sampai bundar telur terbalik lonjong, 7-25 x 2,5-16 cm, tidak atau sedikit berbau aromatis apabila diremas. Karangan bunga dalam malai di ujung ranting (terminal) atau muncul di ketiak daun yang telah gugur (aksial), berisi 3-7 kuntum.

Bunga kuning keputihan, dengan tabung kelopak lk. 1 cm panjangnya; daun mahkota bundar sampai menyegitiga, 5-7 mm; benang sari antara 0,75-2 cm dan tangkai putik yang mencapai 17 mm.

Buah jambu air bertipe buah buni, berbentuk gasing dengan pangkal kecil dan ujung yang sangat melebar (sering dengan lekukan sisi yang memisahkan antara bagian pangkal dengan ujung); 1,5-2 x 2,5-3,5 cm; bermahkota kelopak yang berdaging dan melengkung; sisi luar berwarna putih sampai merah.

Daging buah putih, banyak berair, hampir tidak beraroma; berasa asam atau asam manis, terkadang agak sepat. Biji berukuran kecil, 1-2(-6) butir.

Jambu air  umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. Buah ini bermanfaat untuk mempercantik kulit atau membuat kulit lebih segar berseri. Sebab buahnya kaya akan vitamin C dan protein nabati, yang mampu mempertahankan kekenyalan kulit.

Buah sarat air ini juga bersifat mendinginkan, sehingga bisa digunakan untuk menetralisasi perasaan tertekan (depresi/stres), serta mengurangi efek samping stres seperti kisut di bawah kelopak mata. Kadar seratnya yang tinggi juga membantu kerja organ pencernaan, dan berfungsi sebagai pencegah kanker usus.

Sebagian penduduk di pedalaman Kalimantan biasa mengonsumsi buah ini untuk melancarkan buang air kecil dan besar, serta mengobati bengkak ringan di kaki atau tangan dengan cara mengompreskan irisan jambu air pada bagian yang sakit.

Adapun kayunya yang keras dan berwarna kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah. Hanya biasanya ukurannya terlalu kecil. Baik pula digunakan sebagai kayu bakar. Daunnya biasa digunakan sebagai pembungkus tape ketan.



Pohon jambu ini kini tinggal kenangan yang terabadikan di foto ini,pohonnya telah mati sendiri secara perlahan karena batangnya keropos dimakan usia, padahal dulu tempat pecicilannya anak cucu kalau pada kumpul, ada yang memetik buahnya, ada yang penekan, atau sekedar berteduh di bawahnya saat panas terik, dan kalau berbuah leuuubaatttt sekali seperti terlihat pada gambar ini.
Buah yang rontok berjatuhan setiap hari tak kurang banyaknya, stock melimpah yang berhasil dipetik kadang bikin kewalahan juga meski sudah dibagikan pada para tetangga yang berminat, pemberdayaan yang paling mungkin dan terjangkau ya....ibu buat manisan jambu, bisa disimpan di kulkas selama beberapa hari.Rasa buahnya yang sudah ranum dan berwarna merah tua dimakan segar begitu saja sangat maniz!! sekedar ditambah sambal rujak saja apalagi, yang tak kurang lezatnya adalah manizan....yang ditambah dengan es batu sedikit.....wow.... hemmmm.

artikel & gambar : google.com

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...